Skip to main content

Penyakit Pada Kelinci Menurut Kotoranya

Cara Beternak Kelici yang Sukses , pada kesempatan kali ini penulis akan menuliskan wacana bagaimana cara melihat suatu penyakit pada kelici menurut jenis - jenis kotoranya, dan berikut penjelasanya.

A. Kotoran kelinci berbentuk bulat, berwarna kecoklatan hingga hitam, kering dan tidak berbau.

Kotoran ini lah yang mengambarkan kelici dalam kondisi sehat, dan kotoran ini mencirikan anda talah memberi pakan yang baik untuk kelici peliharaan anda.

B. Kotoran sangat keras dan kering dengan ukuran lebih kecil dari biasanya.

Kotoran ibarat inilah yang mengambarkan kelinci peliharaan anda kurang serat dalam dukungan pakanya, oleh lantaran itu sistem pencernaanya melambat dan kondisi ini biasa kita sebut dengan sembelit pada kelinci.pada ciri fisiknya perut kelinci terlihat ibarat membuncit dan bila dirama pada penggalan perut akan terasa sangat keras, kotoran yang berbentuk kecil disebabkan oleh nafsu makan kelinci yang menurun dan tidak sebanding dengan kotoran yang akan di keluarkanya, kondisi sperti ini bila dibiarkan terus menerus tanpa adanya penanganan maka akan berakibat fatal, kotoran kelinci pada tahap yang fatal akan mengeluarkan ibarat jelly , dan sanggup menimbulkan maut pada kelinci, solusinya ialah kita harus memberi asupan pakan yang mengandung serat dan segeralah memilah pakan kelici supaya berfariasa yang sanggup membangkitkan nafsu makan kelici lagi.

C. Cair (Mencret).

Kotoran ibarat ini biasanya berwarna kehijauan dan berbau, biasanya kelinci yang rentan terkena diare ialah kelinci yang berusia 3 bulan kebawah , penyakit diare pada kelinci disebabkan oleh dukungan pakan yang terlalu banyak mengandung air dan gas atau pada tanaman yang banyak mengandung rongga dan getah juga sanggup menjadi penyebat terjadinya diare pada kelinci, pada panyakit yang ke tiga ini sangat sulit disembuhkan, kotoran yang berbentu cair akan mengotori beulu kelinci sebaiknya anda rajin membersihkan kelinci dan kandangnya.dan Solusinya adalah hentikan dukungan pakan yang banyak mengandung air dan gas dan pakan yang menimbulkan diare pada kelinci, kelinci dengan penyakit diare sanggup juga diberi obat diare untuk insan misalnya diapet, namun ada cara tradisionalnya berupa dukungan pakan pucuk jambu biji muda selain itu beberapa peternak kelinci juga menawarkan rumput kering / layu untuk kelinci untuk mengurangi diarenya, anda juga sanggup menawarkan pijatan memakai minyak kayu putih dengan bawang putih yang di pijat di baian perut kelinci adapun ramuan lainya memakai perasan kunyit yang di berikan memakai suntikan namun tidak memakai jarum atauput dengan pipet / sedotan yang di masukan kedalam ekspresi kelinci.


Sekian artikel dari aku wacana Jenis Jenis Penyakit Pada Kelinci dan Obatnya, Semoga bermanfaat ya.


Deskripsi : Cara beternak puyuhusaha puyuhpeluang perjuangan ternak puyuhbisnis puyuhcara beternak burung puyuhbeternak puyuhpakan burung puyuh ,makanan puyuhobat puyuhobat burung puyuhmanfaat puyuhmanfaat burung puyuhmerawat puyuhmerawat burung puyuhperawatan burung puyuhmesin penetasmesin penetas telurmesin tetas,  jenis jenis puyuhjenis jenis purung puyuhciri ciri puyuhpuyuh unggulanpuyuh bagusvitamin puyuhvitamin telur puyuhvitamin pada puyuhproduktivitas telurproduktivitas puyuhresep masakan dari puyuh,cara beternak bangkokayam bangkokusaha ternak bangkokbisnis ayam bangkokayam bangkok bagusciri ayam bangkokayam bangkok unggulayam aduanpakan ayam bangkokjamu ayam bangkokobat ayam bangkokmerawat bangkokperawatan bangkok.cara merawat kelinci , penyakit kelincibeternak kelincibudidaya kelincikelincibudidaya belutbeternak belut , Burung KenariBudidaya Burung Kenari,Cara Beternak KenariCara Budidaya KenariBeternak KenariCara Beternak Burung KenariCara Merawat Burung Kenarikenari.

Comments

Popular posts from this blog

Pupuk Dan Pestisida Khusus Tanaman Padi

Halo sahabat tani !!!  Kalau kita rasakan ketika ini kendala para petani padi sangatlah banyak. Rusaknya tanah sehingga mengakibatkan miskin hara (unsur hara makro dan mikro) yaitu salah satu faktor tersebut. Selain itu serangan hama penyakit padi yang semakin berat dan semakin komplek juga menambah kesulitan petani dalam menanam padi.  Dimulai dari hama keong mas yang merusak tumbuhan padi muda, yang mengharuskan kita  untuk menyulami tumbuhan yang mati. Hama sundep dan beluk (penggerek batang padi) seringkali menurunkan produksi hingga 70 %. Hama wereng juga lebih dasyat lagi, seringkali menciptakan petani gagal panen (puso). Hama ulat daun dan walang sangit juga nggak mau kalah bersaing dengan hama lain, ikut juga ambil potongan menyerang daun dan bulir yang gres mengisi. Belum lagi penyakit kresek (hawar daun bakteri) yang bisa menurunkan produksi hingga 60 %. Dan simpulan jawaban ini penyakit blast (penyakit patah leher atau teklik) juga bisa menggagalkan panen. S...

Cara Mematikan Pohon Besar

Halo teman tani !!! Mohon maaf jikalau judul artikel yang akan Mas Par tulis kali ini kelihatan sadis. Tapi bahasa yang lebih halus apa lagi ya ? jikalau menggunakan kata membunuh malah lebih sadis lagi. Pokoknya goresan pena ini bertemakan cara mematikan pohon-pohon besar atau pohon-pohon yang sulit terjangkau alasannya tumbuh diatas tembok rumah kita. Seringkali kita mengalami bencana adanya pohon yang melekat di dinding atau di tembok rumah kita yang posisinya terlau tinggi dan sudah berkali-kali kita pangkas akan tetapi tetap tumbuh lagi. Caranya sangat gampang dan sudah Mas Par praktekkan/ coba dua kali dan jadinya sangat manjur. Yang pertama Mas Par gunakan untuk mematikan pohon besar yang tumbuh di trotoar jalan raya yang tidak dirawat oleh pemerintah sehingga membahayakan pengguna jalan.  Mau ditebang warga sekitar tetapi pada takut alasannya pohonnya sangat besar dan daunnya sangat lebat. Setelah satu ahad diberi perlakuan oleh Mas Par pohon yang gagah perkasa itu d...

Buku Panduan Bertani Anti Gagal

Halo teman tani!   Sudah usang Mas Par berkeinginan menciptakan sebuah buku panduan bertani yang fundamental namun lengkap isinya. Karena hingga kini ini kayaknya belum ada buku yang memuat perihal dasar-dasar budidaya tumbuhan secara lengkap. Biasanya penulis hanya mengulas faktor-faktor usaha tani secara sepotong-sepotong, mirip perihal tanah saja, perihal bibit atau benih saja, perihal pupuk saja, perihal hama penyakit dan gulma tumbuhan saja, dll. Hal semacam itu akan menciptakan petani beranggapan bahwa faktor-faktor usaha tani tersebut berjalan secara terpisah. Padahal bahwasanya tidaklah demikian, untuk mencapai keberhasilan maka semua faktor usaha tani tersebut seharusnya berjalan bersama dan saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Yah saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Oleh lantaran itu semenjak dua tahun yang kemudian Mas Par mencoba menyusun sebuah buku yang mengulas kiprah dari faktor-faktor usaha tani tersebut, serta bagaimana kaitannya...