Skip to main content

Posts

Showing posts with the label PESTISIDA KIMIA

Insektisida Pengendali Kutu Tanaman

Halo teman tani !! Apa yang akan saya sampaikan kali ini mungkin sudah termasuk kategori gosip yang sudah basi, artinya sebagian besar petani niscaya sudah mengetahui gosip tersebut. Makara bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian yang sudah merasa berpengalaman silahkan tambahakan saja gosip pengalamannya di kotak komentar. Hama golongan kutu tumbuhan menyerang tumbuhan dengan cara menghisap cairan tumbuhan baik di daun dan batang tanaman. Karena hisapan ini maka akan menimbulkan tumbuhan tidak bisa tumbuh normal, kadang daun keriting, daun melengkung, batang bengkok, titik tumbuh mati, daun berubah warna dan bunga menjadi rontok. Pada tumbuhan padi jikalau terjangkit hama penghisap ibarat wereng akan menimbulkan padi kuning dan menurunnya produksi,  jikalau serangan parah tak terkendali menimbulkan daun padi kering ibarat terbakar dan menimbulkan puso (gagal panen). Banyak sekali jenis hama kutu tumbuhan ibarat kutu kebul, trips, tungau, apids, mizus dll. Cuma yang jadi permasalahan...

Syarat Dan Tata Cara Registrasi Pestisida

Untuk melindungi keselamatan insan dan sumber-sumber kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati dan semoga pestisida sanggup dipakai efektif, maka peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida diatur dengan undang-undang Republik Indonesia No. 12 tahun 1992 dan peraturan pemerintah No. 7 tahun 1973, sedangkan pelaksanaan peraturan tersebut ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 24/Permentan/SR.140/4/2011 ihwal : Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pestisida . Dalam Peraturan tersebut antara lain ditentukan bahwa : Tiap pestisida harus di daftarkan kepada Menteri Pertanian untuk dimintakan izin penggunaannya; Hanya pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkian oleh Menteri Pertanian boleh disimpan, diedarkan dan digunakan Pestisida yang penggunaannya terdaftar dan atau diizinkan oleh Menteri Pertanian hanya boleh disimpan, diedarkan dan dipakai berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam iin pestisida tersebut; Tiap pestisida harus ...

Insektisida Murah Tapi Hebat

Halo sahabat tanii !! Bukanlah pekerjaan yang gampang untuk memilih jenis pestisida yang sempurna ketika tumbuhan kita terjangkit suatu hama atau penyakit. Diperlukan suatu pengalaman dan ketelitian untuk mengidentifikasi suatu tanda-tanda hama maupun penyakit pada tumbuhan kita. Karena jikalau tidak jeli dalam mengidentifikasi suatu hama atau penyakit tentunya akan menimbulkan penentuan jenis pestisida yang acak atau tidak tepat. Bahkan lantaran tidak tahunya masih banyak petani yang ngawur dalam memilih pestisida yang akan digunakan. Petani ialah dokter bagi tanamannya sendiri. Apa yang dikeluhkan tumbuhan harus paham. Tidak bisa kita memperlihatkan orang yang sakit perut kita kasih obat pusing kepala. Juga tidak bisa kita memperlihatkan orang yang sakit mata kita berikan obat untuk asam urat. Oleh lantaran itu menyerupai yang pernah saya tulis di Buku Bertani Anti Gagal petani harus banyak berguru dan banyak bertanya. Belajar pada buku dan bert...

Bisakah Manuver Atasi Wereng Coklat

Halo teman tani !! Mas Par kali ini akan sedikit menceritakan pengalaman wacana pelaksanaan spray massal (menyemprot bahu-membahu dalam satu waktu dan dalam satu hamparan) di Gerbang Pertanian . Kegiatan spray massal biasanya dilakukan untuk mengendalikan hama wereng yang sudah endemik. Bermula dari hasil spray massal untuk mengendalikan hama wereng batang coklat di kawasan Mas Par (Kabupaten Banyumas). Kegiatan massal yang dibiayai oleh BanSos Propinsi ini sebagian besar memakai insektisida Manuver yang berbahan aktif dimehipo 400 gr/lt. Hasil pengamatan petani memang luar biasa, pengamatan yang dilakukan mereka sesudah bebera jam sampai 1 - 2 hari dinantikan ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Setelah pelaksanaan spray massal ternyata wereng bukannya terkendali malah semakin merajalela. Gambar : kemasan insektisida manuver Tidak yakin dengan apa yang dikatakan petani para petugas segera turun ke sawah dan ikut mengamati perkembangan hama wereng coklat hasil peny...

Pilih Virtako Apa Prevathon ?

Halo teman tani !! Sebagai petani penggunaan pestisida yang sempurna sasaran dan sempurna ekonomi tentun menjadi syarat mutlak supaya mendapat hasil yang maksimal. Untuk bisa menentukan ketepatan pemakaian pestisida kita harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pestisida tersebut. Bukan hanya sekedar baca brosur di kemasan atau membaca iklan di majalah atau koran. lantaran kita tahu bahwa yang namanya iklan dan kemasan kadang bisa membohongi kita. Baca goresan pena Mas Par di Gerbang Pertanian pada artikel sebelumnya yang berjudul Kita mengetahui kalau virtako (insektisida superior produk dari PT Syngenta) ini sangat ampuh mengendalikan beberapa hama pada beberapa komoditas. Menurut Marsudi, Product Manager Insektisida, virtako produk terbaru yang gres saja diluncurkan ini sangat superior dibandingkan insektisida yang telah beredar di pasaran. Misalnya, terbukti sangat efektif mengendalikan hama-hama utama pada tanaman padi, yaitu: sundep, beluk, wereng, hama putih ...

Mengatasi Trips Daun Cabai Dengan Demolish

Halo teman tani !! Pada kondisi kini ini hama trips bisa menyerang tiap waktu, tidak perduli demam isu hujan maupun demam isu kemarau. Tidak menyerupai jaman dulu hama trips biasanya hanya menyerang pada demam isu kemarau saja.  Mungkin alam sudah rusak, keseimbangannya sudah terganggu. Lalu bagaimana mengatasi hama trips ? Ini ada kaitanya dengan SMS yang masuk ke HP Mas Par kemarin. Pertanyaan : Daun cabai yang kena trips bisakah di atasi dengan demolish ? Jawab: Seharusnya bisa selama dengan cara aplikasi yang sempurna waktu, sempurna takaran dan sempurna cara. Demolish menyerupai insektisida berbahan aktif abamektin 18 EC yang lain mempunyai takaran aplikasi 0,5 – 1 ml/ lt air. Penggunaan dibawah itu tidak direkomendasikan. Makara kalau tangki semprotnya 14 lt pemakainya cukup 7-14 ml. Lebih baik disemprotkan sore hari menjelang matahari terbenam. Penyemprotan difokuskan pada prmukaan daun bab bawah ujung-ujung tanaman. Terkecuali jikalau memang sudah terjadi resistensi ...

Bisakah Penyemprotan Pestisida Merontokkan Tomat

Halo sahabat tani !! Ada beberapa petani yang beropini kalau tanaman ketika berbunga dilarang disemprot dengan pestisida maupun pupuk cair lantaran sanggup menyebakan kerontokan bunga dan buah. Hal tersebut merupakan pendapat yang masuk nalar dan sanggup saja terjadi.. Sehingga ada pertanyaan yang masuk ke meja redaksi Gerbang Pertanian perihal hal tersebut Pertanyaan : Pada tomat yang sudah besar apakah disemprot pertisida atau pupuk daun sanggup menimbulkan kerontokan buah dan daun ? Jawaban : Kalau secara reaksi biokimia sebetulnya tidak memungkinkan kerontokan buah dan daun disebabkan oleh penyemprotan pestisida maupun pupuk daun. asalkan penggunaan pestisida maupun pupuk daunnya sesuai dengan rekomendasi pemakaian.   Gambar : daun, bunga dan buah tomat yang sehat   Yang sanggup menimbulkan kerontokan daun, bunga dan buah tanaman tomat maupun yang lain yakni jikalau konsentrasi yang dipakai melebihi anjuran.  Selain itu kerusakan juga sanggup dis...

Waktu Paling Sempurna Aplikasi Pestisida Dan Pupuk Daun

Halo sahabat tani !! Penentuan waktu penyemprotan pestisida maupun pupuk daun sangat menghipnotis efektifitas atau kemampuan pupuk daun atau pestisida tersebut. Hal ini sesuai dengan pengalaman dan pengamatan Mas Par di lapangan. Pemberian takaran dan konsentrasi yang sama akan tetapi berbeda waktu aplikasi atau waktu semprot (antara pagi dan sore) ternyata sangat beda akhirnya yang terlihat ditanaman.  Hal ini berafiliasi dengan pertanyaan rekan Gerbang Pertanian yang di sampaikan melalui SMS ke HP Mas Par. Pertanyaan : Kenapa dalam penyemprotan pestisida atau pupuk hayati/ pupuk daun lebih baik sore/ malam hari dari pada pagi hari? Jawab : Ini hanya menurut pengalaman dan pengamatan Mas Par saja. Mas Par pernah mencoba menyemprotkan GA3 pada tumbuhan yang sama (tanaman srikaya) hanya berbeda waktu saja ialah sore hari dan pagi hari. Ternyata akhirnya sangat berbeda nyata, tumbuhan yang Mas Par semprot sore hari sangat terlihat terang penambahan lebar daunnya sedangkan ...

Bolehkah Darmabas Dicampur Amistartop ?

Halo teman tani !! Cara pencampuran pestisida kimia dulu pernah saya tulis dalam artikel tersendiri di blog Gerbang Pertanian ini.. Bahwa pencampuran pestisida itu yang tidak diperbolehkan yaitu bila sama-sama insektisida kontak atau sama-sama sistemik, sama-sama fungisida kontak atau sama-sama sistemik. Kaprikornus bila kita mencampur insektisida kontak dan sistemik juga boleh. Apalagi bila kita mencampur antara insektisida dengan fungisida, itu terang boleh sekali. Barangkali rekan-rekan Gerbang Pertanian ada yang belum tahu kita ulas lagi, insektisida kimia yaitu materi kimia yang dipakai untuk mengendalikan serangga hama tanaman (contoh insektisida : dursban, darmabas, spontan, virtako, decis, matador dll). Sedangkan fungisida kimia yaitu materi kimia yang dipergunakan untuk mengendalikan jamur penyebab penyakit tanaman (contoh fungisida : Score, amistartop, folicur, booster, dithane, delsen dll).    Ini yaitu pertanyaan yang masuk ke HP Mas Par dari Bpk Sutaji di ...

Pupuk Dan Pestisida Khusus Tanaman Padi

Halo sahabat tani !!!  Kalau kita rasakan ketika ini kendala para petani padi sangatlah banyak. Rusaknya tanah sehingga mengakibatkan miskin hara (unsur hara makro dan mikro) yaitu salah satu faktor tersebut. Selain itu serangan hama penyakit padi yang semakin berat dan semakin komplek juga menambah kesulitan petani dalam menanam padi.  Dimulai dari hama keong mas yang merusak tumbuhan padi muda, yang mengharuskan kita  untuk menyulami tumbuhan yang mati. Hama sundep dan beluk (penggerek batang padi) seringkali menurunkan produksi hingga 70 %. Hama wereng juga lebih dasyat lagi, seringkali menciptakan petani gagal panen (puso). Hama ulat daun dan walang sangit juga nggak mau kalah bersaing dengan hama lain, ikut juga ambil potongan menyerang daun dan bulir yang gres mengisi. Belum lagi penyakit kresek (hawar daun bakteri) yang bisa menurunkan produksi hingga 60 %. Dan simpulan jawaban ini penyakit blast (penyakit patah leher atau teklik) juga bisa menggagalkan panen. S...