Skip to main content

13 Varietas Padi Lokal Banyumas

Halo teman tani !! Ada hal yang perlu Mas Par sampaikan kepada  semua petani Indonesia dan petani Banyumas khususnya perihal keberadaan padi varietas padi lokal. Karena revolusi pangan yang selalu digencarkan oleh pemerintah (tanam padi umur pendek dan produksi tinggi) sehingga kira sejenak terlupakan dengan kualitas pangan kita. Varietas padi lokal yang notabene mempunyai kualitas gizi, aroma dan cita rasa lebih tinggi telah tersingkirkan. Memang berat tanggung jawab petani Indonesia “harus menanggung beban pangan seluruh rakyat Indonesi yang semakin usang semakin banyak”. Menurut Mas Par itu pekerjaan yang sangat sangat mulia.

 Ada hal yang perlu Mas Par sampaikan kepada 13 VARIETAS PADI LOKAL BANYUMAS

Kembali ke Judul… Karena manuver pemerintah yang mengedepankan produksi padi menciptakan berubahnya pola pikir petani perihal padi lokal. Mereka berfikir padi lokal yakni padi kuno, padi yang rendah produksi dan berumur panjang serta tidak perlu dikembangkan lagi. Mereka lupa bahwa padi lokal yakni kekayaan tanah Indonesia, yang mempunyai kualitas pangan lebih tinggi daripada hanya sekedar mengenyangkan perut. Padi yang relatif adaptif terhadap lingkungan kita sehingga mempunyai sifat tahan hama penyakit serta tidak rakus pupuk kimia. Sebetulnya inilah varietas padi yang lebih cocok untuk kita budidayakan secara organik. Selain itu padi lokal biasanya mempunyai sifat unggul tertentu sebagai ciri khasnya, misal hitam, merah, wangi, pulen dll.

inilah goresan pena yang saya kutip dari harian bunyi merdeka :

Sebanyak 13 varietas padi lokal Banyumas terancam punah jawaban tidak diperdayakan secara intensif.

13 varietas padi lokal Banyumas tersebut adalah:

  1. Padi Hitam

  2. Padi Gandamana

  3. Padi Kidangsari

  4. Padi Konyal

  5. Padi Cere Unggul

  6. Padi Cere Kuning

  7. Padi Sari Wangi

  8. Padi Pandan Wangi

  9. Padi Mentik Wangi

  10. Padi Mentik

  11. Padi Mendali

  12. Padi Sri Wulan

  13. Padi Wangi Lokal.

''Beras dari jenis padi itu, sebelum ditemukan jenis padi IR telah menjadi primadona masyarakat Banyumas. Terutama jenis Gandamana atau padi Grendeng,'' kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Ir Djoko Wikanto, di sela Sarasehan Kelompok Tani se-Banyumas di Balai Benih Bojongsari Kecamatan Kembaran, kemarin.

Saat ini, varietas tersebut hanya sanggup dijumpai pada daerah-daerah tertentu di pelosok Banyumas. Itu pun populasinya sangat sedikit dan terbatas. Jenis padi Hitam, Konyal, Cere Unggul, Cere Kuning benihnya masih ada di Grumbul Kalipagu Desa Ketenger Kecamatan Baturraden.

Varietas Gandamana, Kidangsari, Sari Wangi, Pandan Wangi, Mentik, Mendali, Sri Wulan ditemukan di Desa Glempang Kecamatan Pekuncen. Dan, varietas Mentik Wangi dan Wangi Lokal benihnya didapat dari Fakultas Pertanian Unsoed.

''Benih-benih varietas itu jumlahnya sangat terbatas. Pencariannya pun harus hingga ke pelosok lereng gunung, menyerupai ke Kalipagu yang berada di lereng Gunung Slamet,'' kata Ir Eri Praharto, Seksi Pelaksana Pelestarian Padi Lokal.

Dikembangkan Lagi

Agar ketiga belas varietas tersebut tidak punah, kini varietas itu tengah dikembangkan di Balai Benih Bojongsari. Dua varietas di antaranya, yaitu Mentik Wangi dan Wangi Lokal telah memasuki masa panen, alasannya usia masa tanamnya sama dengan padi jenis IR.

''Upaya ini hanya untuk menguri-uri varietas lokal. Bukan untuk menggalakkan supaya petani kembali menanam padi lokal itu,'' ujar Djoko.

Kepala UPTD Balai Benih Ir Suwarseno menjelaskan, kecuali Mentik Wangi dan Wangi Lokal, varietas lokal lainnya rata-rata berumur panjang antara 5 dan 6 bulan, termasuk masa menyemai benih.

''Ini yang menciptakan enggan para petani menanamnya alasannya butuh waktu lama, sementara kebutuhan pangan secepatnya harus dipenuhi,'' kata dia.

Dicontohkan, di areal 9 hektare milik balai benih, semenjak 29 Desember 2002 telah ditanam secara serentak varietas IR dan lokal. Ternyata, ketika varietas IR memasuki panen simpulan Maret ini, untuk varietas lokal gres memasuki masa berbuah. ''Sekarang varietas IR sudah panen tapi untuk varietas lokal masih menunggu 1 hingga 2 bulan lagi,'' ujarnya.

Selain itu, yang membedakan dengan jenis IR, varietas lokal batang padi sangat tinggi. ''Bila dibandingkan, hingga dikala panen maka ketinggian padi lokal sama dengan tinggi orang dewasa,'' jelasnya.

Kholik (63), petani dari Sidomulih Kecamatan Rawalo mengakui, jika padi lokal Banyumas tersebut rasanya pulen dan buket sekali.

(sumber:www.suaramerdeka.com)

Lalu bagaimana kita selaku petani Indonesia menyikapinya

Alangkah bijaksananya kita sebagai petani Indonesia, disamping keseriusan kita dalam meningkatkan produksi pangan nasional kita juga melestarikan padi-padi lokal tersebut. Mas Par yakin suatu dikala nanti kita niscaya akan back to nature, kita kembali ke alam kita akan disadarkan kembali untuk memproduksi padi-padi lokal tersebut. Oleh alasannya itu Mas Par melalui Gerbang Pertanian ini menyarankan coba sisihkan sebagian kecil lahan kita untuk memproduksi dan melestarikan padi-padi lokal tersebut secara organik, dan tentunya untuk kita konsumsi sendiri supaya petani Indonesia dan keluarganya  semakin sehat.

dan Sisanya……  

kita jual aja dengan harga yang lebih tinggi dari beras biasa.

 

!

    Mas Par

Comments

Popular posts from this blog

Budidaya Pengecap Buaya Dalam Polybag

Halo sahabat tani !! Keterbatasan lahan yang kita miliki tidak harus menghentikan kreatifitas kita dalam budidaya pertanian. Dengan lahan yang sempit kita dapat berusaha tani dengan memakai sistem polybag. Dengan memakai polybag, tumbuhan dapat kita kelola lebih gampang baik pemupukan, penentuan jarak tanam, pencahayaan dan pengendalian hama penyakit. Lidah buaya merupakan tumbuhan yang serba guna. Lidah buaya dapat kita manfatkan dalam kehidupan sehari-hari baik sekala rumah tangga maupun untuk kebutuhan industri pabrik. Untuk kebutuhan rumah tangga pengecap buaya dapat kita manfaatkan untuk pengobatan banyak sekali macam penyakit menyerupai penyakit mag (lambung), penyembuh luka, atasi luka bakar, untuk mengatasi herpes (dompo), atasi ketombe dll. Bisa juga kita gunakan sebagai materi minuman segar menyerupai nata de coco. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pengecap buaya tidak perlu dibudidayakan secara luas dilahan, tetapi cukup memanfaatkan lahan pekarangan saja dan kita bu...

Cara Stek Jambu Air Yang Benar

Bibit jambu air dipasaran harganya tergolong masih mahal, jikalau sudah hingga pengecer hingga Rp.35.000 rupiah tergantung jenis jambu dan besarnya bibit. Mungkin lantaran teknologi untuk membuatkan bibit jambu air dikala ini kebanyakan melalui cangkok. Pada kesempatan kali ini Mas Par di gerbang pertanian akan membagikan teknologi cara stek jambu air yang benar. Dengan stek bibit jambu air akan diperoleh dengan biaya lebih murah dan cara lebih mudah. Buah jambu air populer di Indonesia, lantaran memiliki cita-rasa yang sangat manis, renyah dan menyegarkan. Agar mutu buah jambu air tetap tinggi, maka dalam budidayanya harus dilakukan pemangkasan cabang paling tidak setahun sekali. Hingga dikala ini limbah pangkasan tersebut belum dimanfaatkan atau hanya dibuang sebagai sampah. Sejalan dengan perkembangan informasi, maka limbah pangkasan ini sanggup ditingkatkan manfaatnya, yaitu untuk memproduksi benih jambu air melalui stek cabang. Kenapa harus stek  bukan cangkok saja ? Ka...

Memindahkan Pohon Besar Biar Tidak Mati

Halo sobat tani !! Menanam tumbuhan buah atau tumbuhan hias yang dapat tumbuh besar sebaiknya mulai dari tumbuhan masih kecil. Hal ini bertujuan supaya tumbuhan mendapat pertumbuhan yang baik dan mempunyai perakaran yang kuar. Selain itu tajuk tumbuhan akan tumbuh cantik alasannya ialah percabangan kita bentuk dari awal. Dan kesudahannya ketika tumbuhan tersebut dapat berbuah kita akan mendapat kepuasan tersendiri. Tetapi banyak diantara kita yang ingin memindahkan suatu tumbuhan buah atau tanman lain ketika tumbuhan tersebut sudah tumbuh besar. Mungkin alasannya ialah terjadi perubahan perencanaan tata letak rumah atau mungkin alasannya ialah kita ingin mengganti tumbuhan yang usang dengan yang baru. Hal ini juga biasa dilakukan oleh para penjual bibit durian, klengkeng, dan buah-buah lainnya. Selain itu tukang taman juga biasa menjual tumbuhan besar kepada konsumen sehingga mau tidak mau harus memindahkan tumbuhan besar yang sudah tumbuh subur ke lokasi baru. Ternyata tidak semud...