Skip to main content

Rahasia Keberhasilan Spray Massal Wereng

Halo teman tani......
Hama wereng coklat yakni jenis hama yang menjadi momok bagi petani padi. Serangannya benar-benar dapat menciptakan petani merugi bahkan gagal panen atau puso. Petani sangat kualahan dalam pengendaliannya. Walaupun petani harus menyemprot hama tersebut setiap ahad sekali tetapi belum juga dapat memperlihatkan jaminan kepastian hasil.

Jika serangan hama wereng sudah nenyeluruh dalam suatu hamparan, mau tidak mau petani harus melaksanakan penyemprotan gotong royong dalam satu hamparan tersebut. Penyemprotan gotong royong tersebut dinamakan spray massal. Ada rahasia cara spray massal biar mendapat keberhasilan pengendalian. Tidak ada jaminan spray massal akan mendapat hasil yang memuaskan bila tehnik yang dipakai sembarangan atau asal-asalan. Banyak bukti yang telah dialami oleh petani padi, walaupun sudah dilakukan gerakan pengendalian hama wereng dengan cara spray massal namun kesudahannya belum memuaskan.

Dasar dari belakang layar keberhasilan spray massal tersebut yakni kita harus memahami cara hidup wereng coklat. Dengan memahami cara menyerang hama wereng tentu kita dapat mengendalikannya. (kaya mau perang aja ya ? ).

Inilah belakang layar keberhasilan spray massal hama wereng :
  1. Harus dilakukan gotong royong jangan sendiri-sendiri
  2. Pilih pestisida yang sempurna sasaran
  3. Dosis dan konsentrasi harus tepat.
  4. Pengoplosan pestisida sebaiknya dilakukan didalam drum dan diaduk rata, bukan di tangki sprayer masing-masing petani.
  5. Pastikan semua tangki sprayer dalam keadaan normal/ baik
  6. Pastikan hasil semprotan (posisi nozel) dalam posisi mengabut
  7. Lakukan dari saru arah, boleh dari timur, barat, utara atau selatan
  8. Usahakan para penyemprot berbaris dengan jarak sekitar 2 meter
  9. Lakukan penyemprotan gotong royong dalam satu arah
  10. Penyemprotan diarahkan pada batang dan pangkal batang padi, jangan dipermukaan. (Semprot dari bawah jangan dari atas).
  11. Penyemprotan dilakukan maksimal hingga jam 10. Boleh diteruskan sore sesudah jam 4.
  12. Jika hari itu belum tanggapan harus diteruskan besoknya lagi. Demikian seterusnya hingga tanggapan satu hamparan
  13. Jika dilakukan pengamatan sesudah 3 hari aplikasi dan masih ditemukan populasi hama wereng coklat  diatas batas kendali, maka boleh dilakukan spray massal sekali lagi.

 Inilah gambar tehnik berbaris spray massal 

Tehnik pengoplosan larutan pestisida dalam drum

Kenapa sangat penting dilakukan pengendalian hama wereng dengan tehnik spray massal ?? Karena hama tersebut sangat gampang berpindah dari satu petak sawah ke petak sawah  yang lain. Oleh alasannya yakni itu diharapkan pengendalian secara bersama, menyeluruh dan tuntas.

Demikian tips rahasia keberhasilan spray massal hama wereng, smoga dapat bermanfaat bagi kita semua didunia dan akherat. Dan semoga dapat berkhasiat bagi rekan-rekan petani padi yang sedang mengalami petaka serangan hama wereng.

         Sukses  Petani Indonesia !!



                 Mas Par

Comments

Popular posts from this blog

Budidaya Pengecap Buaya Dalam Polybag

Halo sahabat tani !! Keterbatasan lahan yang kita miliki tidak harus menghentikan kreatifitas kita dalam budidaya pertanian. Dengan lahan yang sempit kita dapat berusaha tani dengan memakai sistem polybag. Dengan memakai polybag, tumbuhan dapat kita kelola lebih gampang baik pemupukan, penentuan jarak tanam, pencahayaan dan pengendalian hama penyakit. Lidah buaya merupakan tumbuhan yang serba guna. Lidah buaya dapat kita manfatkan dalam kehidupan sehari-hari baik sekala rumah tangga maupun untuk kebutuhan industri pabrik. Untuk kebutuhan rumah tangga pengecap buaya dapat kita manfaatkan untuk pengobatan banyak sekali macam penyakit menyerupai penyakit mag (lambung), penyembuh luka, atasi luka bakar, untuk mengatasi herpes (dompo), atasi ketombe dll. Bisa juga kita gunakan sebagai materi minuman segar menyerupai nata de coco. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga pengecap buaya tidak perlu dibudidayakan secara luas dilahan, tetapi cukup memanfaatkan lahan pekarangan saja dan kita bu...

Cara Stek Jambu Air Yang Benar

Bibit jambu air dipasaran harganya tergolong masih mahal, jikalau sudah hingga pengecer hingga Rp.35.000 rupiah tergantung jenis jambu dan besarnya bibit. Mungkin lantaran teknologi untuk membuatkan bibit jambu air dikala ini kebanyakan melalui cangkok. Pada kesempatan kali ini Mas Par di gerbang pertanian akan membagikan teknologi cara stek jambu air yang benar. Dengan stek bibit jambu air akan diperoleh dengan biaya lebih murah dan cara lebih mudah. Buah jambu air populer di Indonesia, lantaran memiliki cita-rasa yang sangat manis, renyah dan menyegarkan. Agar mutu buah jambu air tetap tinggi, maka dalam budidayanya harus dilakukan pemangkasan cabang paling tidak setahun sekali. Hingga dikala ini limbah pangkasan tersebut belum dimanfaatkan atau hanya dibuang sebagai sampah. Sejalan dengan perkembangan informasi, maka limbah pangkasan ini sanggup ditingkatkan manfaatnya, yaitu untuk memproduksi benih jambu air melalui stek cabang. Kenapa harus stek  bukan cangkok saja ? Ka...

Memindahkan Pohon Besar Biar Tidak Mati

Halo sobat tani !! Menanam tumbuhan buah atau tumbuhan hias yang dapat tumbuh besar sebaiknya mulai dari tumbuhan masih kecil. Hal ini bertujuan supaya tumbuhan mendapat pertumbuhan yang baik dan mempunyai perakaran yang kuar. Selain itu tajuk tumbuhan akan tumbuh cantik alasannya ialah percabangan kita bentuk dari awal. Dan kesudahannya ketika tumbuhan tersebut dapat berbuah kita akan mendapat kepuasan tersendiri. Tetapi banyak diantara kita yang ingin memindahkan suatu tumbuhan buah atau tanman lain ketika tumbuhan tersebut sudah tumbuh besar. Mungkin alasannya ialah terjadi perubahan perencanaan tata letak rumah atau mungkin alasannya ialah kita ingin mengganti tumbuhan yang usang dengan yang baru. Hal ini juga biasa dilakukan oleh para penjual bibit durian, klengkeng, dan buah-buah lainnya. Selain itu tukang taman juga biasa menjual tumbuhan besar kepada konsumen sehingga mau tidak mau harus memindahkan tumbuhan besar yang sudah tumbuh subur ke lokasi baru. Ternyata tidak semud...